Secepat Kilat

Kamu datang tiba-tiba saat aku merasa kesepian. Saat pikiranku kosong. Saat aku membutuhkan perhatian. Kamu datang disaat yang sungguh tepat. Berawal dari percakapan singkat, lalu melanjutkannya dengan saling berbalas pesan. Hanya dengan satu sentuhan kamu langsung bisa mengisi pikiranku. Membayangkanmu membuatku tersipu. Memandangku membuatku gemetar. Apakah ini cinta? 

Aku mulai berharap padamu. Walaupun kamu memang tidak pernah memberi harapan padaku-tapi mungkin memberiku sedikit harapan- dengan setiap sikapmu memperlakukanku.

Seminggu kemudian, kamu hilang entah kemana. Pergi tanpa pamit. Datang untuk pergi dengan waktu yang sangat singkat. Rupanya, kamu sudah bersama yang lain. Mungkin dia lebih baik dariku. Iya kan? Dia mempunyai hal yang luar biasa dibandingkanku. Dia dapat memberimu kebahagiaan yang lebih. Aku tahu. Kedekatan kita memang singkat, namun tak peru banyak waktu untukku memahamimu. Memahami segala sikapmu dan sifatmu. 

Tapi aku tidak pernah sedikit pun menyesal pernah mempunyai hubungan- yang mungkin sedikit berbeda dengan orang lain di kelas kita- denganmu. Dengan kedatanganmu, aku menyadari akan suatu kenyataan. Bahwa yang datang tak selamanya akan menetap. Jangan cepat menyimpulkan hal yang tidak sama sekali kita ketahui akan menjadi seperti apa. Jangan cepat tertipu oleh perasaan kita sendiri. 



Cinta datang memang secara tiba-tiba. Cinta kadang datang pada saat yang tepat. Tapi, apa ada cinta yang datang lalu pergi kembali secepat kilat? Jika ada, mungkin itulah yang aku rasakan. Namun, jika tidak ada berarti terlalu bodoh untuk menyebutnya cinta. Namun terlalu munafik juga untuk menyebutnya hanya sekedar suka.


Terimakasih, selamat tinggal....

Komentar

Postingan Populer