Pertemuan Yang Tak Diinginkankan

Kau tahu? Mungkin kau tak pernah sadar. Dahulu aku begitu bahagia jika Ramadhan tiba. Bukan hanya karna Ramadhan bulan yang istimewa. Tapi ini adalah saat yang tepat untukku melepas rindu  diam-diamku. Aku mempunyai banyak kesempatan untuk bertemu denganmu. Paling tidak hanya melihat punggungmu yang berjalan di depanku sebelum akhirnya menghilang di depan gang masjid. HAHAHA. Bukankah aku terlihat sungguh menyedihkan? Bahkan saat aku tahu kamu telah mencintainya, aku tetap melakukan itu. Kurasa aku salah. Aku memang tak pernah sepenuhnya melepaskanmu. Aku masih berharap dan mencintaimu diam-diam. Cinta ini bahkan tak pernah memadam.

Ketahuilah. Pada awalnya aku benar-benar tidak ingin bertemu denganmu ramadhan ini. Ya, aku ingin menghindarimu. Aku tak ingin semakin berharap untuk memilikimu. Aku selalu pulang malam agar punya alasan untuk sholat tarawih di masjid yang jauh dari rumahku. Atau pergi ke berbagai acara buka bersama dengan alih-alih silaturahmi agar aku juga mempunyai alasan untuk tidak tarawih berjamaah di masjid dekat rumah. Padahal, aku tidak tahu benar apakah kamu sholat tarawih di masjid dekat rumah atau tidak. Kupikir setidaknya aku tak punya kesempatan lagi untuk bertemu denganmu. Dan itu berhasil. Aku tak bertemu denganmu.

Tapi aku melupakan satu hal. Shalat Idul Fitri.

Cara berjalanmu masih sama. Tahun ini, kamu terlihat lebih tinggi dengan baju coklatmu itu. Dengan sajadah ditanganmu. Matamu seperti mencari seseorang di antara shaf para wanita? Siapa yang kau cari? Ibumu? Bahkan mata kita tak saling bertrmu. Tapi mengapa kau telah seakan mampu meruntuhkan tembok yang aku bangun bertahun-tahun lamanya?

Ya Tuhan kenapa seakan Engkau telah merencanakan ini semua? Aku benar-benar tidak ingin melihatnya lagi. Jika memang Engkau ingin aku bertemu dengannya, jadikanlah itu sebagai pertemuan terakhir yang membuatku lupa bahwa aku mencintainya..

Komentar

Postingan Populer