Kini

Setan apa yang merasuki
Tertutup sudah jiwa yang tentram
Yang ada hanya iri dengki
Diselimuti oleh amarah dendam
Hatinya selalu penuh tanda tanya
Menerka lalu kecewa dan marah
Sesaat tertawa dengan nada tak biasa
Bibir mengucap lantunan dusta
Menutupi hati kelam tak bercahaya
Senyum bermakna ganda disimpulkan
Gaya bak putri dengan mahkota
Jalan dengan penuh keangkuhan
Tatapan yang penuh penindasan
Tak ingat berpijak di tanah
Dan langit jauh diatas kepala
Kesendirian selalu berpihak padanya
Dunia tak berpihak padanya
Pagi tak pernah membangunkannya
Malam selalu menusuknya
Mimpi menghancurkannya
Harapan melumpuhkannya
Hidup selalu tak adil baginya
Kemarahan atas takdirnya tak tertahan
Tak ada lagi alasan
Tak ada lagi tujuan
Dia telah mati
Pergi.

Komentar

Postingan Populer