Kemarilah, bawa serta Dia!
Kukira ini sudah benar-benar berhenti. Kukira ini sudah benar-benar hilang. Tetapi ternyata tidak. Kenyataannya sekarang, saat aku tau kamu bersamanya terasa seperti ada jarum-jarum kecil yang menusuk tubuhku. Seperti dinding ini semakin mengecil dan menghimpitku, atap rubuh menimpaku, cahaya hilang mengaburkan pandanganku, dan aku merasa tercekat. Seperti ada suatu benda besar di tenggorokanku. Lalu pipiku mulai dialiri cairan hangat sehingga mulai basah. Oh. Bisakah kamu kesini? Sebentar saja. Dan jangan lupa bawa serta perempuan itu. Bawalah ia bersamamu. Hanya untuk memastikan bahwa kalian benar-benar saling mencintai. Bahwa perempuan inilah yang akan menjagamu dan mencintaimu lebih dari yang aku lakukan untukmu. Bahwa kamu dan dia benar-benar pasangan yang tak menyakiti satu sama lain. Aku juga ingin melihat tatap matamu padanya. Hanya ingin lihat bagaimana caramu menatap orang yang kamu cintai. Menikmatinya sebentar, karena aku tak pernah mendapatkan tatapan itu. Hanya ingin menikmatinya sebentar saja. Sungguh. Aku juga ingin melihat caramu berbicara kepadanya. Apakah cara bicaramu kasar seperti dahulu kamu berbicara denganku? Atau apakah cara bicaramu sangatlah lembut penuh cinta? Atau bagaimana? Aku juga ingin meminta padamu. Satu permohonan. Ya, hanya satu. Aku hanya meminta kamu memohon kepadaku untuk melupakanmu karena kamu sudah bahagia bersamanya. Sangat bahagia lebih tepatnya. Sehingga aku mempunyai alasan untuk berhenti mencintaimu dan merindukanmu diam-diam. Karena -sungguh- kamu harus tau bahwa MEMENDAM RASA LEBIH SAKIT DARIPADA HANYA SEKEDAR PUTUS CINTA. SUNGGUH!
Komentar
Posting Komentar