Dia dan Cintanya

Dia hanya ingin mengakhirinya. Mengakhiri segalanya yang membuatnya merasa sakit. Dia sudah mencoba segala hal. Padahal  dia selalu tahu bahwa cintanya tak akan terbalaskan. Dia selalu menyadari hal itu. Bahkan saat cintanya mempunyai cinta yang lain, dia tak pernah berhenti mencintai. Dia selalu mencari tahu bagaimana kabar cintanya. Dia selalu mencari cara agar cintanya tak pernah pudar dari dalam hatinya. Dia diam-diam selalu berharap menemukan cintanya. Hanya ingin sekedar menyapa. Karena sudah lama sekali – sejak enam bulan yang lalu – dia tak pernah bertemu lagi dengan cintanya. Dia selalu melangkah ke tempat dimana dia bertemu dengan cintanya pada waktu terakhir dimana dia bertemu. Namun pada kenyataannya, langkah yang dia jalani tak pernah membawanya bertemu dengan cintanya. Yang bisa dilakukan olehnya hanyalah berdoa. Dia selalu berdoa agar cintanya bahagia dan melanjutkan hidup dengan lebih baik di kota yang –mungkin- akan memberikan cintanya harapan baru. Dia selalu berdoa agar cintanya selalu menjadi nomor satu. Tidak hanya di hatinya, namun juga dalam setiap hal yang dia lakukan. Tak lupa dia juga selalu berdoa agar cintanya kelak dapat menyadari ada dirinya yang sejak enam tahun lalu menunggunya.  Menunggu tanpa lelah. Menunggu tanpa harapan pasti. Menunggu berharap cintanya melihat keberadaannya tepat berada di belakangnya. Dia selalu mencari kabar cintanya. Bagaimana pun caranya. Meski dia tidak pernah bercerita kepada siapapun mengenai cintanya, dia selalu tahu bagaimana dia dapat mengetahui kabarnya dari orang lain. Dulu, dia sering menanyakan kepada orang lain apa yang cintanya sukai dan apa yang cintanya inginkan dimasa depan dengan tidak membuat orang lain curiga. Dia sungguh pintar menyimpan perasaannya. Dia mungkin tersiksa karena itu. Tapi, dia akan merasa lebih tersiksa jika dia harus berhenti mencintai cintanya. Cintanya membuat dia mengenali dunia. Cintanya adalah dunianya. Dia berandai-andai, suatu saat dia akan selalu melihat dunia dari kedua bola mata cintanya. Cintanya membuat dia mengetahui hal yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya. Membuat dia memahami apa yang belum ia pahami sebelumnya. Membuat dia melihat apa yang belum dia lihat sebelumnya. Membuat ia menyukai apa yang cintanya sukai. Menurutnya, selera cintanya itu sungguh bagus. Dia sudah jatuh cinta tidak hanya kepada cintanya. Tetapi dia juga jatuh cinta kepada dunia cintanya. Menurutnya, dunia cintanya begitu indah. Dia sangat ingin berada di dalam dunia cintanya. Menurutnya, dunia terlihat begitu indah jika dilihat dari kedua bola matanya. Dia telah jatuh sejatuh-jatuhnya pada cintanya itu. Cara dia mencintai begitu indah. Dia juga tak pernah mengharap balasan. Dia mencintai dengan sangat tulus. Cinta yang dia miliki begitu murni. Tetapi kesalahannya adalah dia tidak pernah berjuang mengejar cintanya. Sejak awal dia mulai menyukai, menyayangi, lalu mencintai cintanya, dia telah memilih jalannya. Dia memilih untuk diam. Cinta dalam diam. Dia tidak ingin siapapun mengetahuinya. Dia mengunci rapat setiap orang yang ingin mengetahui ini hatinya. Dia memang sangat bodoh akan cinta. Dia juga tidak mengerti caranya memperlihatkan cinta. Dia hanya bisa melihat dari jauh. Dia terlalu takut untuk memperlihatkannya. Dia takut jika cintanya mengetahui, cintanya akan menjauh lalu mengacuhkannya. Dia terlalu takut jika cintanya memaksa dirinya untuk berhenti mencintai. Karena setelah dia bertemu dengan cintanya itu, dia mulai menyadari kalau dia tidak bisa hidup bahagia tanpa mencintai cintanya. Dia menyadari itu setelah dia mencoba untuk mulai membenci cintanya, saat cintanya mencintai cinta yang lain. Tapi sungguh, apa yang dia lakukan itu malah membuat dirinya terpuruk. Dia merasa seakan setengah jiwanya tidak berada di dalam raganya. Jiwanya seakan terbawa angin dan terhempas ke segala arah. Melayang tanpa arah, lalu terjatuh. Jatuh. Sejak saat itu, dia lebih memilih untuk terus jatuh cinta pada cintanya. Karena jatuh cinta tak pernah terasa sakit seperti ia jatuh saat memulai berhenti mencintai cintanya itu. Setiap tahun cintanya berulang tahun, dia memang tidak pernah memberi cintanya sebuah kue dengan lilin yang menyala ataupun kado yang dibungkus dengan indah. Tapi, dia mempunyai ritual tersendiri setiap cintanya itu ulang tahun. Dia akan terbangun tepat jam 12 malam. Menulis sebuah surat yang berisi harapan pada cintanya, lalu menyimpannya di sebuah kotak khusus. Berharap suatu saat cintanya akan membacanya. Setelah menulis suratnya, lalu dia berdoa. Dia bersujud kepada-Nya ditengah malam yang sunyi. Berharap agar doa untuk cintanya itu terdengar jelas oleh-Nya. Doa yang ia panjatkan setiap tahun pada intinya adalah sama. Yaitu agar cintanya selalu dilimpahi kebahagiaan. Tidak hanya pada ritual itu saja dia memanjatkan doa untuk cintanya. Tetapi di setiap doa yang dia panjatkan setiap harinya, tak pernah tidak terselipkan nama cintanya dalam doanya itu. Tapi menurutnya, itu tidak berarti apa-apa. Hanya doa. Karena hanya itulah yang bisa dia lakukan saat ini untuk membuat cintanya selalu dalam kebahagiaan. Dan hanya doalah harapannya untuk membuat cintanya menyadari ada dia yang selalu memperhatikannya dan mencintainya.....
Kapan cintanya mengetahui itu? Berapa tahun lagi? Dia mungkin akan menyerah. Tapi bagaimana jika dia memang tidak bisa menyerah? Dia adalah orang yang ambisius. Dia tak akan pernah menyerah sampai dia benar-benar mulai kelelahan dan terjatuh karena jatuh cinta pada cintanya. Tapi selama ini, cintanya-lah yang membuat dia selalu berdiri tegak dan memberinya kekuatan untuk melangkah jauh. Entahlah. Kita lihat saja.

Komentar

Postingan Populer