Bahagia?
Aku ingin hidupku yang dulu. aku ingin kembali ke masa dimana aku bebas menggantungkan hidupku pada impianku sendiri. Merasa bahagia yang sebenarnya. Bukan bahagia dalam kepura-puraan. Bukan bahagia karena terpaksa. Bahagia yangbenar-benar sebenarnya. Bahagia yang utuh. Aku belum beradaptasi? Bukan. Bukan itu masalahnya. Temanku sudah banyak. Aku mulai terbiasa dengan kehidupan dan rutininasku yang sekarang. Masalahnya adalah Ini Bukanlah Duniaku. Aku merasa tersesat ke jalan tak berarah. Aku kehilangan akalku untuk berpikir untuk apa aku berada di dunia ini. Dunia yang sangat asing dan tidak aku sukai. Apa aku harus terpaksa mencintai dunia ini? Lalu pertanyaan selanjutnya pun muncul. Apa aku bisa mencintai dengan terpaksa? Bukankah cinta tidak bisa dipaksakan? lalu apa yang harus aku lakukan sekarang agar aku mendapatkan kebahagianku? Membuat mimpi, cita, angan, serta harapan-harapanku yang baru lalu meraihnya? Bahkan aku tidak berani untuk bermimpi lagi. Aku takut. Takut jika impian itu terpaksa terhenti lagi. Lalu aku harus menggali lubang dengan susah lagi untuk mengubur dalam-dalam impianku itu. Tolong aku. Tunjukan kepadaku jalan menuju kebahagianku. Sebelum aku ikut terkubur ke dalam impianku yang dulu, yang tidak sekalipun mereka ketahui betapa besarnya impian itu sampai aku rela menggantungkan seluruh hidupku untuk itu. Impianku yang mereka remehkan......
Terima kasih, karena kalian telah menyadarkanku betapa pentingnya memiliki impian dalam menjalani hidup.....
Komentar
Posting Komentar