Langsung ke konten utama
Let it go...
Yang aku butuhkan
sekarang hanyalah telinga yang tiada lelahnya mendengar semua cerita gilaku. Yang
aku butuhkan sekarang hanyalah mulut yang tiada lelahya memberiku semangat dan
menjelaskan apa arti hidup sebenarnya. Yang aku butuhkan sekarang hanyalah bahu
yang tiada lelahnya bisa menjadi sandaranku saat kepalaku tidak sanggup lagi
menahan beban dari air hujan yang jatuh dari sudut mataku. Yang aku butuhkan
sekarang hanyalah tangan yang tiada lelahnya menggenggam tanganku dan menarikku
untuk bangkit kembali. Yang aku butuhkan sekarang hanyalah kaki yang tiada
lelahnya mengikuti arah yang kutuju. Yang aku butuhkan sekarang hanyalah mata
yang tiada lelahnya mengawasiku dan selalu menatap ke arahku. Yang aku butuhkan
hanyalah tubuh yang tiada lelahnya memelukku saat aku benar-benar merasa
kedinginan. Yang aku butuhkan hanyalah teman.
Jadi ini rasanya
kesepian. Saat semua impianmu terancam pupus dan tidak ada siapapun yang
berdiri di belakangmu untuk menjadi sandaran. Bahkan tidak sekalipun
keluargamu. Justru malah merekalah yang memaksamu untuk menghancurkan dan
mengubur impianmu dalam-dalam.
Kenapa? Apa yang
salah dengan impianku? Apa impianku teramat sangat sederhana bagi kalian dan
teramat sangat ‘tidak bisa dibanggakan’? Sehingga kalian terus memaksaku untuk
mundur. Kenapa tidak dari awal saja memaksaku untuk mundur. Kenapa baru
sekarang saat aku sudah menggantungkan semua harapanku pada impianku? Jika harapanku
hancur.....entalah yang bisa aku lakukan hanyalah berjuang agar aku tidak
hancur bersamanya.
Komentar
Posting Komentar